Kampung PARIGI, Lereng Utara HALIMUN

PROGRAM BELAJAR-BERSAMA PEMBALIKAN KRISIS SOSIAL-EKOLOGIS

GUNUNG HALIMUN LERENG UTARA

https://drive.google.com/file/d/14DBMNZBl-1DyKlDQhxGV1njvwv1hlJpP/view?usp=sharing

Pada artikel ini disajikan khusus menyangkut kegiatan pembangunan Sarana Pendidikan (Pesantren Biharul Ulum) di kampung Parigi, baik perencanaan maupun  pelaksanaan konstruksi bangunan.

Kegiatan pembangunan fisik ini bukan merupakan TUJUAN UTAMA, tetapi sebagai bagian dari upaya belajar pembalikan krisis. Terjadinya pembangunan juga muncul dalam perjalanan upaya belajar pembalikan krisis. Masyarakat kampung Parigi dan Pesantren terlibat aktif (bahkan sebagai pemegang peran utama, regu belajar ITB 74 hanya sebagai pendamping), dalam seluruh proses mulai dari munculnya gagasan, proses perencanaan, pelaksanaan hingga penggunanaannya. Oleh karena itu pembangunan ini tidak bisa hanya dilihat dari sisi kualitas dan kuantitas fisik hasil pembangunan sebagaimana proses pembangunan pada umumnya, namun ada nilai-nilai lain yang tidak bisa diukur secara matematis yang justru menjadi salah satu penunjang tercapainya tujuan utama kegiatan alumni ITB-74 di Lereng Halimun. Nilai-nilai yang muncul antara lain, tumbuhnya kembali semangat kebersamaan, kegotongroyongan, semangat untuk merubah diri, sehingga warga desa dapat mengelola sumber daya alam ekonominya secara mandiri.

Proses membangun ini juga menjadi perhatian dari masyarakat sekitar, bahwa di Parigi sedang tumbuh semangat untuk belajar memperhatikan kelestarian lingkungan alam dan menggunakannya sebagai tumpuan kehidupan.

TAHAP PERENCANAAN

Lokasi : Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung – Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Wilayah Perencanaan.
Cakupan wilayah pesantren meliputi seluruh area kampung Parigi, namun yang dikelola langsung pesantren untuk sarana belajar mengajar adalah lahan seluas 3000 m2 berada di tengah area (garis putus kuning pada gambar disebelah dan foto udara di atas) yang dipergunakan untuk Asrama, rumah guru, sarana belajar, dan gedung  serbaguna.  Lahan 5 HA dipergunakan untuk laboratorium alam atau area praktek pertanian para santri (lokasi di utara lapangan bola)
PETA TOPOGRAFI
HUBUNGAN ANTAR KEGIATAN Kp. PARIGI
LEGENDA :
1.Ruang Serba Guna, Ruang Kelas, Perpustakaan
2.Asrama Putra 6 x 12 m, kapasitas 20 orang
3.Asrama Putri 6 x 12 m, kapasitas 20 orang
4.Rumah Guru & Wisma Tamu @ 6 x 8 m
5.Amphi Theater / Ruang Terbuka
6.Tempat Parkir
7.Pond

RENCANA BANGUNAN RUMAH GURU

BLOK BANGUNAN
DENAH LANTAI ATAS
DENAH LANTAI DASAR
TAMPAK SAMPING
TAMPAK SAMPING
TAMPAK DEPAN
GAMBAR ILUSTRASI 3 D BANGUNAN RUMAH GURU
TIPIKAL DETIL SAMBUNGAN BAMBU

RENCANA BANGUNAN SERBA GUNA

BLOK MASSA BANGUNAN
DENAH RUANG SERBAGUNA
TAMPAK DEPAN
TAMPAK SAMPING
LOBBY
DETAIL LOBANG ANGIN
Penjelasan ringkas ttg rencana pembangunan oleh tim ITB74 dan partisipasi santri dlm pembuatan maket

TAHAP PELAKSANAAN

Pembangunan Sarana Prasarana di Pesantren Biharul Ulum Kampung Parigi tidak terlepas dari proses belajar pembalikan krisis sosio-ekologis masyarakat kampung Parigi dan “stake-holders” pesantren pada khususnya dan Lereng Halimun Utara pada umumnya. Akibatnya jadwal pembangunan maupun rencana sarana dan prasarana yang akan dibangun selalu berubah mengikuti dinamika proses belajar. Beberapa hal dapat dicatat sebagai kesimpulan :

Tujuan pembangunan adalah mengutamakan pembangunan infrastruktur sosial dibanding infrastruktur fisik, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa sarana fisik sangat dibutuhkan dalam proses belajar.

Jalannya proses pembangunan dan sarana yang dihasilkan adalah juga bagian dari proses belajar pembalikan krisis, kedua hal ini saling mempengaruhi proses

Inovasi dan kreatifitas selalu muncul dalam proses membangun yang mengakibatkan sering terjadi melencengnya perencanaan. Kondisi ini tidak menjadi kendala, bahkan dipahami dan disyukuri sebagai proses tumbuhnya kepercayaan diri bagi pelaku belajar (masyarakat santri, kp Parigi dan LHU pada umumnya) untuk segera lepas dari penyebab krisis sosial ekologis

Tercapainya target penyelesaian pembangunan fisik, kualitas dan kuantitas pekerjaan tidak lagi menjadi ukuran keberhasilan

Regu belajar ITB-74 berpandangan bahwa proses pembangunan di Kampung Parigi ini tidaklah bisa disamakan dengan proses pembangunan pada umumnya dimana hasil pembangunan dituntut sama dengan apa yang direncanakan, baik menyangkut design, kuantitas, kualitas, biaya dan waktu.

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa pembangunan sarana parasarana s tidak terlepas dari proses belajar pembalikan krisis sosio-ekologis sehingga tetap terjadi penyesuaian penggunaan dan jenis sarana yang dibangun.

  • Penyesuaian terhadap kebutuhan
  • Ketersediaan sumber daya
  • Peningkatan peran serta masyarakat dalam pembangunan.

PERUBAHAN FUNGSI/ PENGGUNAAN SARANA PRASARANA ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

  1. Bangunan Asrama Putri menjadi Bangunan Induk Pesantren Biharul Ulum dengan fungsi sebagai  Rumah Pengelola, Asrama Putri, Ruang Belajar Pesantren, Perpustakaan.
  2. Rumah Bambu, menjadi Ruang Belajar Santri dan Rung Belajar Pembalikan Krisis oleh masyarakat Parigi dan sekitarnya
  3. Bak Rendaman dikembangkan menjadi Bangunan Pengawetan Bambu sebagai sarana untuk usaha Koperasi Budidaya Bambu. Parigi

PERGESERAN URUTAN DAN PRIORITAS MEMBANGUN

Akibat perubahan fungsi dan kebutuhan maka prioritas pembangunan telah dirubah. BAngunan Serbaguna yang semula direncanakan, hanya disiapkan pelatarannya. Kebutuhan Ruang Serbaguna untuk aktifitas belajar mengajar dialihkan di ruang Perluasan Asrama Putri dan pemanfaatan rumah bamboo sebagai Sarana belajar mengajar dan sarana ruang pertemuan / ruang belajar bersama baik untuk internal pesantren Biharul Umum maupun penggunaan bersama masyarakat dan para pegiat lingkungan dalam proses belajar Pembalikan Krisis.

PERUBAHAN SITEPLAN

Perencanaan Tapak & Bangunan yang sudah pernah dibuat tidak untuk diterapkan sepenuhnya, tetapi hanya sebagai referensi/ panduan di saat pembangunan

Site Plan Awal
TATA RUANG LUAR TERBANGUN

PEMBANGUNAN BANGUNAN LAINNYA

  1. Perluasan Asrama Puteri dengan Ruang Wisma Pengasuh dan Ruang Belajar
  2. Bangunan Pengawetan Bambu sebagai sarana sumber panghasilan untuk Koperasi Usaha Bambu bersama Masyarakat)
  3. Bangunan Dapur dan Toilet Umum
  4. Wisma Pengajar dan Tamu, dibuat dari kayu pinus
  5. Pembuatan Tangga Rumah Bambu
  6. Penyelesaian Rumah Bambu/  Penutupan Dinding
  7. Pembuatan Kandang Ayam Dan  Kambing’

PERLUASAN ASRAMA PUTRI

Asrama Putri
asrama putri

Tiang Bambu dan Rangka Atap
Dapur
Toilet

Dinding toilet bambu dan plester
Tampak depan
Tampak samping

PEMBUATAN BANGUNAN PENGAWETAN BAMBU

Bak rendaman pengawetan bambu
Penutupanbak rendaman
Bangunan Pengawetan Bambu
Bak Rendaman, Rak Pengeringan dan Penyimpanan
Bangunan Pengawetan Bambu
Bak Rendaman, Rak Pengeringan dan Penyimpanan

MESS PENGAJAR DAN TAMU

Balok Kayu Pinus untuk Material Bangunan
Pemasangan Balok Lantai dan Rangka Dinding
Tampak samping
Tampak depan
Mess Pengajar dan Tamu

TANGGA RUMAH BAMBU

Rumah bambu dg tangga sementara
Penggalian pondasi tangga
Dasar Tangga Bambu
Anak tangga bambu
Lantai bordes
Trap dan baalustrade

PENUTUPAN DINDING RUMAH BAMBU

Rumah Bambu sebelum diberi dinding
Penutupan dinding samping
Penutupan dinding depan dg lobang angin
Dinding samping
Bidang bilik penutup
pemasangan jendela kaca di lantai 2

Pendampingan secara intens oleh TIM PARIGI ITB74  dalam proses pembangunan termasuk pemilihan bambu dan proses pengawetannya.
Tim Besar Parigi ITB 74 langsung di TKP, ada tim AR74, ada Euis TP74 dan Sutadi TK74
Kontak sosial dg para santri lewat makan bersama                               
Budaya GOTONG ROYONG yg telah lama hilang, muncul kembali dlm pembangunan Pesantren ini.
Pembuatan penutup atap daun Kirai,                                                
Tidur bersama seperti dulu 40 th yg lalu di studio AR ITB
Bangunan bamboo telah siap untuk pasang penutup atap daun Kirai

CATATAN

PENGARUH PEMBANGUNAN FISIK TERHADAP UPAYA PEMBALIKAN KRISIS SOSIAL EKOLOGI

  1. Membangun Kebersamaan Warga Masyarakat dan Santri
Gotong Royong Warga Parigi Membangun Rumah Bambu

Belajar KerjasamaTim antar Santri

Gotong Royong Penyiapan Lahan Dome Bambu

2. Diskusi Kajian Krisis Sosial Ekologi

Diskusi Kajian Krisis Lingkungan di Lereng Halimun oleh para Petani Muda dari Subang, Bogor, Sukabumi di Selasar Asrama Putri
Diskusi Kajian Krisis Lingkungan di Lereng Halimun oleh para Petani Muda dari Subang, Bogor, Sukabumi di Rumah Bambu

 3. Menumbuhkan Kreatifitas Generasi Muda Parigi

Kerajinan Bambu

4. Usaha Sampingan Santriwati dan Ibu-ibu

Teh Pucuk Daun Bambu dan Rosela
Membuat Kue Kering, Keripik dll
Membuat Es Lilin

5. Upaya Membuka Lahan  Pertanian dan Perkebunan Ramah Lingkungan

Membuka Balong Ikan
Membuka Lahan Pertanian, Membajak dan Menabur Bibit  Padi Hitam dan Membuat Pupuk Organik
Berkebun Di Area Dekat Kebon Pepaya Pak Atim
Berkebun Di Sekitar Area Asrama Dan Rumah Guru
Memanen hasil kebun

6. SITUASI LINGKUNGAN PESANTREN BULAN NOVEMBER 2015

Memandang sawah dari rumah bambu. Setelah padi tampak subur, tetangga mulai terpengaruh dan turut membuka area sawah disamping sawah pesantren

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*